MAKRIFAT NUR MUHAMMAD DAN CARA MEMBANGKITKAN NUR MUHAMMAD BATANG TUBUH



Bismillahirrohmanirrohim… assalamualaikum wahai sahabatku di manapun berada semoga selalu dirahmati Allah tuhan segenap raya, dalam kesempatan kali ini akan saya babarkan dan saya perkenalkan nur muhammad dan siapa itu nur muhammad, bagaimana terciptanya dan apa nama nur muhammad sebelum bernama nur muhammad, akan saya tulis di sini secara lengkap insyaallah
Hasil kajian untuk nur muhammad
penciptaan nur muhammad berawal dari dzat wajibal wujud (Allah) yang masih tersembunyi,tidak di kenal, tidak diketahui,dan belum ada yang menyembah, dzat wajibal wujud (Allah) adalah sosok yang menzahirkan dzat nya sendiri dan ketika itu belum ada sesuatu apapun (waktu,masa,tempat,ruang,agyar) hanya diriNYA sendiri tiada yang lain, ketika itu dzat wajibal wujud (Allah) 
_____________________________________
berfirman “aku adalah bagai istana yang tersembunyi tiada yang mengetahui dan tiada yang mengenal,maka aku membuat sesuatu yang lain agar aku bisa dikenal”
_____________________________________
dari firman ini Allah teringin menciptakan sesuatu yang selain dirinya (kala itu Allah belum bernama Allah), maka Allah bertajalli dan terjadilah A’YAN KHORJIAH ketika itu Allah dzat wajibal wujud bernama AH (alif , ha’) lalu Allah bertajalli lagi dan muncullah A’YAN TSABITAH,ketika itu allah dzat wajibal wujud bernama HU (ha’ , waw) kemudian Allah bertajalli lagi dan terciptalah NUR MUHAMMAD, ketika itu lah dia dzat wajibal wujud bernama Allah, maka sekarang terciptalah sesuatu selain diriNYA yaitu ruang,waktu,tempat,dan makhluk yang baru tercipta yaitu nur yang orang orang sekarang disebut nur muhammad, kala itu nur muhammad belumlah bernama nur muhammad
_____________________________________
ketika Allah hendak membuat dzat yang selain diriNYA untuk supaya dzat baru tersebut mengenal Allah, maka Allah mengambil segenggam dari nur sifat jamalNYA, lalu segenggam nur sifat jamalnya itu di genggam dan Allah berkata kepada segenggam nurNYA itu “KUNHI MUHAMMADAN” lalu terciptalah dzat baru yaitu nur yang bernama muhammad, di alam ZATUL BUHTI itu hanyalah ada dua dzat saja yaitu Allah dan nur muhammad, keduanya serupa indah namun tak sama,tak sama namun serupa, ketika nur muhammad baru tercipta maka nur muhammad terpukau kagum dengan nur dzat yang ada didepanya itu yaitu nur dzatnya Allah, saking terpukaunya maka nur muhammad berkata :
_____________________________________
“ALLAH HUMMA” itulah kata kata pertama nur muhammad sekaligus kata yang pertama sekali terucap oleh makhluk yang paling pertama di alam raya, nur muhammad berkata ALLAH HUMMA karena terpukau dengan keindahan nur dzat nya Allah yang ada didepannya itu, karena nur muhammad merasa teramat sama nurnya dengan nur Allah yang ada didepannya (nur Allah) maka nur muhammad berkata “siapa tuhan dan siapa hamba? 
_____________________________________
” maka Allah menjawab kata kata nur muhammad tadi “dimanapun aku sembunyi maka kau tak akan dapat menemukan aku tanpa petunjukku dan dimanapun kau sembunyi aku akan tetap menemukanmu karena kau dari aku ” lalu nur muhammad menjawab ” kau tuhan dan aku hamba” lalu Allah berkata “aku ada karena kau ada dan kau ada karena aku ada”
_____________________________________
lalu Allah berkata DZOHIRU ROBBI WAL BATHINU ABDI “yang telah zahir adalah tuhan dan yang masih bathin adalah hamba (muhammad)” dan nur muhammad menjawab ILLALLAH HU ALLAH HUWA RUHUM “hanya Allah dialah Allah yang penyayang (itulah kalimah bathin nur muhammad) lalu Allah berkata “alastu birobbikum” bukankah aku tuhanmu? lalu nur muhammad menjawab “bala warobbuna laillah haillallah” iya kau tuhanku la ilaha illallah, lalu nur muhammad bersaksi HU DZATULLAH ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH “dialah dzat allah aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang maujud melainkan hanya Allah” itulah yang memisahkan mana nur Allah dan nur muhammad, dan Allah menjawab kesaksiannya WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH “dan saya(Allah) bersaksi bahwa muhammad rasul Allah, dari sinilah pertama kalinya Allah meresmikan bahwa nur muhammad adalah rasul (itulah dua kalimah syahadat diri nur muhammad/syahadat nur muhammad, kemudian nur muhammad mengucapkan la ilaha illallah muhammad wujudullah, la ilaha illallah nuri haqqullah la ilaha illallah muhammad astagfirullah xxxxxxxxxxxxx (itulah 3 kalimah tauhid yang diucapkan nur muhammad lalu dilanjutkan dengan sholawat semula jadi nur muhammad yang saya clossed itu, itulah induk dari segala sholawat yang effect nya memancarkan aura nur muhammad)

Tata Cara Pengamalannya :
Bacalalah Dzikir nur yg awal ini :
1. LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD WUJUDULLAH
2. LAA ILAHA ILLALLAH NUR HAQQULLAH
3. LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD ASTGHFIRULLAH.
4. ( xxxxxxxxxx sholawat Nur Muhammad xxxxxxxxxxxxxx )

Ingat :
– ketika membaca zikir yang pertama lihat tubuh anda dan maqomkan atau tempatkan zikir itu di tubuh anda
– ketika membaca zikir yang kedua, maqomkan atau tempatkan di batin anda
– ketika membaca zikir yang ketiga usahakan ingat kesalahan dan dosa dosa anda
– ketika membaca sholawat nur ini isilah dengan hajat anda.
– lakukan sesering mungkin dalam keadaan suci sampai anda merasa ada getaran di tubuh anda. Jika sudah ada getaran itu pertanda nur muhammad anda sudah aktif. Ketika nur muhammad sudah aktif zikir ini bisa anda gunakan dalam berbagai kebutuhan.

Note :
Untuk Mengetahui Kalimat yg saya rahasiakan ini tidak mungkin saya beberkan disini, karena ini bersifat rahasia. untuk lebih jelasnya silakan hubungi Email saya atau WA 0882 76496601
Penting :
Jangan takut dimintai mahar. Karena ilmu yang di maharkan belum tentu juga akan ma’bul dan barokah.

ikuti juga channel youtube saya ” Kajian Makrifat “, jangan lupa subcribe dan share di medsos anda.

Terima kasih

Semoga Bermanfaat !!!

” Kedahsyatan Dzikir Khofi Secara Sirr “

Jika Asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan disebut dzikir (mengingat) lisan. Namun jika Nama Allah diingat dengan hati, maka akan sebanding dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan (dzikir) lisan. Itulah dzikir hati atau dzikir sirr.

Ada 35 juta pembuluh darah dalam tubuh. Semua terhubung ke jantung. Jika Nama Allah diucapkan bahkan sekali saja (dengan hati) maka semua yang mengalir mengucapkan juga. Rasulullah saw bersabda:

“Wahai Abu Dzarr! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir khamilan!”

Abu Dzarr bertanya, “Apa itu khamilan?”

Rasul bersabda, “Khafi (dalam hati)”(Mizan al-Hikmah 3 : 435)

Tahap pertama zikir adalah zikir lisan. Kemudian zikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan. Selanjutnya, zikir kalbu yang berlangsung secara lugas, tanpa perlu dipaksakan. Serta yang terakhir adalah ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri.

Inilah rahasia dari sabda Nabi saw :”Siapa ingin bersenang – senang di taman surga, perbanyaklah mengingat Allah”

Tanda bahwa sebuah zikir sampai pada sir (nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah ketika pelaku zikir dan objek zikirnya lenyap tersembunyi. Zikir sirr terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau meninggalkan zikir tersebut, ia takkan meninggalkanmu.

Zikir tersebut terbang masuk ke dalam dirimu untuk menyadarkanmu dari kondisi tidak sadar kepada kondisi hudhur (hadirnya kalbu). Salah satu tandanya, zikir itu akan menarik kepalamu dan seluruh organ tubuhmu sehingga seolah–olah tertarik oleh rantai. Indikasinya, zikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.

Namun, engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun. Sementara api yang ada di sekitarmu senantiasa bersih menyala. Dzikir yang masuk ke dalam sirr terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku zikir, seolah–olah lisannya tertusuk jarum. Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berzikir dengan cahaya yang mengalir darinya.

Masya Allah. Setiap dzikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh para malaikat penjaga. Sebab, perasaan mereka beserta perasaanmu. Di dalamnya ada sirr sampai saat dzikirmu sudah gaib dari perasaanmu. Karena engkau sudah sirna bersama Tuhan, dzikirmu juga gaib dari perasaan mereka.

” Induk segala ilmu rahasia “

Adapun asal diri laki-laki itu bertemu dengan diri wanita maka berkawinlah mereka ditempat naif, sudah berkumpul nikah batin dan asal nama kemaluan laki-laki itu ialah nuk-kuntillah dan nama sirr laki-laki itu ialah nur-ayan sabithah

Lalu nama kemaluan wanita tersebut ialah nur-puwikkillah dan nama penjaga lobang kemaluannya ialah nur-sipunti dan nama sirrnya nur-manikam, nama tempat sirrnya ialah nur-sikunti

Setelah itu bersetubuhlah laki-laki dengan wanita untuk menyatukan nur-ayan sabithah bertemu dengan nur-manikam, lalu mendapatkan kun-rasa lezat rahmat dan nikmat meresapi keseluruh badan mulai dikepala sampai tapak kaki

Sesudah itu berkelahilah dua sirr itu jikalau nur-ayan sabithah yang menang maka laki-laki lah anaknya, jika nur-manikam yang menang maka perempuanlah anaknya, sesudah itu bersatulah dua sirr itu menjadi satu

Waktu 40 hari namanya irhumul hayat, sesudah 80 hari menjadi segumpal darah namanya nuktah, sesudah 120 hari menjadi orang-orangan manusia namanya nuran-nurin, sesudah 160 hari menjadi badan lengkap namanya budak dzikirnya inna-anna-amanna, sesudah 7 bulan masih kecil namanya ahmad, 9 bulan 9 hari sudah besar namanya muhammad, sudah lahir dari rahim ibu namanya manusia dzikirnya a-a-a, dan sandarannya ada 4 yaitu :

Camariah

Tubaniah

Tambuniah

Uriyah

Dan waktu itu diadakan bermacam macam perjanjian, tapi perjanjian itu sudah ada di lauh mahfuz dan dibicarakannya setelah kita lahir kedunia ini perjanjiannya

Awal engkau lahir kami yang empat ini saudaramu

Awal engkau lahir bertelanjang nanti pulangnya bertelanjang

Asal engkau lahir budak nanti pulang itiqadnya budak

Umur sekian tahun

Kaya dan miskin

Kalau mau pulang ada tanda pengabaran

Kalau mau pulang ada sebab

Kalau mau pulang sakitnya tidak lama 3 hari sampai 7 hari

Kalau mau pulang tiada godaan

Demikianlah asal perjanjian kita lahir kedunia ini, jadi wajib bagi laki-laki, wanita, tua dan muda kita pelajari asal perincian diri kita ini, asal tiada lalu ada kembali kepada tiada

Bila kita lupa sama rincian diri kita ini nanti yang menyiksa kita pulang dan didalam kubur nanti adalah saudara kita jua, pangkatnya dan tugasnya saudara kita yang empat tadi yaitu

Camariah pangkatnya malaikat riduan, tugasnya mengabari kita mau pulang

Tubaniah pangkatnya malaikat maut, tugasnya mengambil

Tambuniah pangkatnya malaikat mungkar, tugasnya menanya dalam kubur, alat pemukulnya bernama (cakramullah), atau tangkai pusat kita jua

Uriah pangkatnya malaikat nangkir, tugasnya memukul kita didalam kubur

Tanah asal dari air, air asal dari angin, angin asal dari api, api asal dari nur, nur asal dari iman, iman asal dari ilmu, ilmu asal dari kita atau tahu kepada yang mengenal

Yang dikenal diri, diri asal dari ruh, ruh asal dari manusia, manusia asal dari muhammad, muhammad asal dari nurullah, nurullah asal dari nur dzat, nur dzat asal dari nur mutalazimah, nur mutalazimah asal dari nur mubazarah

Yaitu dirinya yang berlazim-lazim atau bersenang-senang didapat rasa lewat rahmat dan nikmat makanya ubudiyah atau mengenal itu sudah didapatnya lagi jawuk wazi dan iradat atau kenal makanya ujudiyah

Jadi nur mubasarah maqam ujudiyah yaitu dirinya ada pada maqam salik atau kekal selamanya tetap naik dan turun atau kedalam atau keluar nafasnya selama didapatnya ilmu khawas bil khawas bagi orang yang akan dikehendakinya

Caranya keluar nafasnya berbunyi allah kezahiran muhammad isinya (ansa) tanazul artinya kedalam nafasnya berbunyi huuu atau aku, isinya (ansa)

Diri itu ada dua macam, susunan diri zahir itu ruh-adam-muhammad-manusia, dan susunan diri batin itu nur-tuhan-allah-dzat, susunan diri zahir dan diri batin itu ada nama kebesarannya yaitu 99 nama

Dan itiqad itu ada 73 macam semunya itu ada di diri zahir dihimpunkan oleh muhammad bernama manusia, sedangkan manusia itu barang baharu jadi fana dulu akuan manusia kepada tiada apapun, dari tiada yaitu kepada (zibu) apa artinya zibu, zibu itu kekosongan akuan diri zahir dan hanya yang ada diri batin jua

Apa pondasi diri batin itu yaitu (aina), apa artinya aina, aina artinya diri yang tersembunyi, apa rahasia diri yang tersembunyi itu (anla) artinya membersihkan diri zahir, mengapa maka dibersihkan, karna barang baharu ada najis, kemana larinya barang baharu itu, yaitu kepada zibu

Jadi yang ada tinggal rahasia zahir dan batin, nah inilah namanya ilmu kedudukan seluruh badan, mulai dari kepala sampai ke hujung kaki, dasar isi rahasianya itu ada terhimpun pada al fatihah :

Alhamdu : anggota tubuh kita

Lilallahi : nyawa pada kita

Rabbil : roh pada kita

Alamin : otak pada kita

Ar-rahman : bapak kita

Ar-rahim : ibu kita

Maliki yaumidin : jantung pada kita

Iyyakana’budu wa iyyaka nasta’iin : tangan di dada

Ihdinaas shiraathal mustaqiim : tulang belakang kita

Shiraathalladzina an’amta alaihim : hati pada kita

Ghairil magh dhubi alaihim : hati kura pada kita

Waladh dhaallin : empedu pada kita

Aamiiin : rahasia diri kita

(maksudnya ayat al-fatihah itu ialah)

Bismillahirah manirrahim : ya muhammad, aku mengatakan rahasiaku kepada engkau

Alhamdulillah : ya muhammad, aku yang memuji diriku sendiri

Rabbil’alamin : ya muhammad, pekerjaan dzahir batin itu aku jua, bukan engkau

Arrahmaanir rahim : ya muhammad, yang membaca itu aku jua memuji diriku sendiri

Malikiyau middin : ya muhammad, engkau itu adalah pengganti kerajaanku

Iyya ka’na budu : ya muhammad, tiada lain aku kepada engkau

Waiyya kanas ta’in : ya muhammad, tiada lain engkau itu daripadaku

Ihdinas sirartal mustaqim : ya muhammad, tiada yang tahu rahasiaku, melainkan engkau juga yang mengetahuinya

Siratal lazi na an’am ta’alaihim : ya muhammad, sesungguhnya sekalian yang ada ini karenaku dan kasihku kepada engkau

Ghairil magdu bi’alaihim : ya muhammad, tiada lupa aku itu kepada engkau, maka khabarkanlah pada umat-mu sekalian tentang rahasiaku

Walad dooolllin : ya muhammad, jikalau tiada kasih sayang-ku, maka tiadalah engkau dan tiada pulalah rahasiaku

Aamiiiin : ya muhammad, engkau itu adalah rahasiaku, dan aku ini adalah rahasiamu

(Makna rahasianya dari nur dari al-fatihah)

Bismillahirah manirrahim : nur muhammad

Alhamdulillah hirabbil’alamin : kepada nabi adam

Arrahmaanir rahim : kepada nabi daud

Malikiyau middin : kepada nabi sulaiman

Iyya ka’na budu waiyya kanas ta’in : kepada nabi ibrahim

Ihdinas sirartal mustaqim : kepada nabi yakub

Siratal lazi na : kepada nabi yusuf

An’am ta’alaihim : kepada nabi musa

Ghairil magdu bi’alaihim : kepada nabi isa

Walad dooolllin : kepada nabi muhammad saw

Aamiiin : aku yang membuka dan aku jua yang menutup semua terhimpun dalam nur muhammad jua

(Inilah rahasia surah al-fatihah)

Al-fatihah dibaca 14 kali sebelum tidur : suami dan anak-anak akan mengingati kita selalu

Al-fatihah dibaca 41 kali ditiupkan kedalam air dan minumlah serta buat air mandi : melepaskan rasa sakit dalam tubuh

Al-fatihah dibaca 7 kali dan diusapkan di kepala setiap pagi dan sekali sebelum tidur, kepada orang berpenyakit mental

Al-fatihah dibaca 3 kali ditiupkan dalam segelas air- minum dan dibaca sambil mengusapkan dikawasan yang rasa sakit, sakit yang keterlaluan insya allah akan sembuh

Al-fatihah dibaca 7 kali dan disapukan atau diusapkan ke atas kepala bayi yang suka menangis pada malam hari atau pada bila-bila masa

Al-fatihah dibaca 3 atau 7 kali, digunakan pakai ibu jari dan tekan di langit-langit, (mulut) kemudian sapukan kepada tempat yang sakit seperti luka berdarah, sengatan lebah dll

Al fatihah dibaca 131 kali insya allah mampu menembus ke dimensi lain atau ke alam astral

Note : bacalah dalam keadaan khusyuk, tawakal kepada allah, insya-allah ianya merupakan penawar yang terbaik kepada semua anggota tubuh

Ijazah Obat Mujarab AL FAQIH AL MUQODDAM SHOLAWAT PENYEMBUH PENYAKIT

Ijazah Obat Mujarab AL FAQIH AL MUQODDAM SHOLAWAT PENYEMBUH PENYAKIT

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ijazah Obat Mujarab AL FAQIH AL MUQODDAM SHOLAWAT PENYEMBUH PENYAKIT DARI SAYYIDINA AL FAQIH ALMUQQADAM MUHAMMAD BIN ALI RA Habib Ahmad bin Abdullah Bilfaqih memiliki seorang pembantu yang anak perempuannya terkena sakit kanker..

Habib Ahmad membawa pembantu dan anaknya berziarah ke pemakaman Zanbal.. Setelah berdoa kepada Allah dan bertawassul dengan kedudukan Sayyidina AlFaqih Muqoddam, yang tinggi disisi Allah.

Tiba” Allah membuka hijab sehingga Habib Ahmad melihat secara langsung Sayyidina AlFaqih Muqaddam membaca dan memberikan Sholawat ini untuk kesembuhan segala penyakit baik Dhohir maupun Batin. Hendaknya dibaca rutin 7kali dipagi dan sore hari.. Kemudian anak tersebut membaca Sholawat ini secara terus menerus, hingga beberapa selang waktu, anak itu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Seluruh dokterpun heran dan takjub, ternyata penyakit kankernya telah hilang, berkat kemuliaan Sholawat ini dan berkat keagungan Sholawat kepada Rasulullah ShollAllahu Alaihi wa sallim

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍَﻟْﻬَﺎﺩِﻱْ ﺇِﻟَﻰ ﻃَﺮِﻳْﻖِ ﺍﻟْﻤِﻠَّﺔْ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺑِﺠَﺎﻫِﻪِ ﺇِﺻْﺮِﻑْ ﻋَﻨِّﻲْ ﻛُﻞَّ ﻣَﺮَﺽٍ ﻭَﺃَﻟَﻢْ ﻭَﻭَﺟَﻊٍ ﻭَﻋِﻠَّﺔْ Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Al- Haadi Ila Toriqil Millah Allahumma Shalli Wasallim Alaihi Wa’ala Aalihi Wa Bijaahihi Ishrif ‘Annii Kulla Marodlin Wa Alam Wa Waja’in Wa ‘Illah Shalawat ini ijazah dari Habib Soleh Bin Ahmad Al-Aidarus, ini Shalawatnya Al-Faqihil Muqoddam Muhammad Bin Ali Ba’alwi. Cara mengamalkannya dibaca 7 kali setiap hari pada air dan kemudian diminum. Shalawat ini pernah dibaca pada penderita jantung dan Alhamdulillah disembuhkan oleh Allah. Sebarkanlah shalawat ini siapa tahu banyak yg membutuhkan. Semoga kita dapat cipratan barokahnya sehingga kita dan seluruh keluarga kita dijauhkan dari berbagai penyakit.

Wallahu a’lam Bishowab

Rahasia Mencapai Derajat Insan Kamil

Menurut Syekh Siti Jenar, insan kamil atau manusia sempurna adalah mereka yang telah memiliki upaya terus-menerus bagi peningkatan dan pembersihan dirinya, yakni mereka yang telah mampu memisahkan dan melepaskan dirinya dari hal-hal keduniaan. Karena memasuki wilayah kemanunggalan, walaupun dalam interaksi fisik kemanusiaan tidak terlepas sama sekali.

Tujuan pembersihan ini ada dua: pertama, untuk mencapai sifat-sifat Allah. Yakni, bersifat dengan sifat-sifat-Nya yang mulia. Tataran ini mengantarkanpelakunya pada jumbuhing kawula Gusti. Kedua, untuk mencapai Dzat Allah. Yakni, mengenal-Nya melalui ma’rifat dan hakikat yang mengantarkan pelakunya kepada pamoring kawula Gusti.


Pembersihan diri untuk mencapai sifat Allah memerlukan suatu ajaran yang dapat menunjukkan proses pembersihan cermin hati, yakni dengan cara melaksanakan dzikir dan wirid. Terutama tentang asma’ Allah.

Pengertian dzikir dan wirid dalam konteks ini luas. Tidak hanya sekedar dzikir dan wirid dengan bacaan-bacaan tertentu. Dalam hal ini dzikir dan wirid merupakan lelaku rohani yang memasukkan unsur meditasi sebagai bagian terpenting dari ritual rohani tersebut. Sehingga penyebutan dzikir dan wirid otomatis juga memasukkan meditasi di dalamnya.

Lelaku dzikir adalah kunci untuk membuka pintu hati, dan apabila pintu hati telah terbuka, muncullah dari dalamnya pikiran-pikiran yang ‘arif untuk membuka mata hati. Ketika hati telah terbuka, maka akan tampak dan masuklah sifat-sifat Allah melalui mata hati itu, menggugah ketertenggelaman ruh al idhafi kemudian mata hati akan melihat refleksi kasih sayang, kelembutan, keindahan, kebaikan, dan kesempurnaan Allah dalam cermin hati yang bersih dan berkilauan (al-mir’u al-haya’i).

Dzikir akan mengantarkannya kepada nurullah sedangkan seorang mukmin akan melihat dengan nurullah. Dengan daya pancar nurullah itulah seorang mukmin akan menjadi cermin bagi mukmin lainnya. Orang yang berilmu membuat bayangan, tetapi orang ‘arif mengkilaukan cermin hati yang di dalamnya terdapat bayangan hakikat. Apabila mata hati itu bersih berkilauan dan suci, munculah dalam cermin itu berbagai rahasia Allah berupa hakikat yang dicurahkan kepada hati yang bersih berkilauan dan suci.

Apabila cermin hati telah sempurna karena selalu dibersihkan dengan dzikrullah hingga berkilauan, pemilik hati itu akan sampai kepada sifat-sifat Ketuhanan dan mengenal sifat-sifat itu. Hal ini hanya mungkin terjadi bila cermin hati kita telah bersih berkilau.

Sedangkan pembersihan untuk mencapai Dzat Ketuhanan dapat dilakukan dengan cara ber-dzikir dan berkonsentrasi terhadap kalimah tauhid atau kalimah syahadat, dan ini berarti kata kunci dzikir dan wiridnya adalah tentang asma’ Allah. 

Tidak Harus Asma’ “ALLAH”

Sebutan nama “Allah” menujukkan Dzat Illahi, sedangkan yang lain menunjukkan sifat-sifat-Nya. Oleh karenanya penggunaan nama-nama yang diputuskan sebagai dzikir dan wirid utama seseorang, disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan spiritual seorang sufi. Dalam beberapa tarekat sering para guru memutuskan nama Allah yang berbeda bagi masing-masing muridnya.

Harus pula dipahami meskipun setiap kali salah satu nama Illahi disebutkan, berarti Allah disebutkan melalui seluruh nama-Nya. Syekh Ni’matualiah menyatakan,” Bagi semua nama Allah Dzat adalah Esa. Maka semua nama sebenarnya hanya satu juga”.

Dalam bahasa Syekh Siti Jenar, asma’ Allah biasa berubah menjadi Gusti, Dzat Maulana, Sang Hyang Widhi, Pangeran, Gusti Allah, dan sebagainya. Menurutnya, nama Tuhan adalah buatan manusia. Dimana Dia disebut sesuai dengan bahasa orang yang menyebut-Nya. Apapun sebutan yang diberikan kepada-Nya, tentu sebutan yang terpuji. Oleh karenanya, seruan do’a dan panggilan untuknya juga beraneka ragam, “Ya Tuhan,,,”, “Ya Allah,,,” , juga “duh Gusti,,, “, dan sejenisnya.

Terdapat 12 dzikir asma’ Allah (tiga diantaranya adalah nama Keesaan, tauhid, Allah) yang sangat utama dan sering digunakan dalam berbagai tarekat.
1. laa ilaaha illallaah (Tidak ada Tuhan selain Allah)
2. Ya Allah (nama Dzat Allah)
3. Ya Huwa (nama Allah yang tanzih)
4. Al-Haqq ( Yang Hakiki)
5. Al Hayy (Yang Hidup)
6. Al Qayyuum (Yang Berdiri Sendiri dan kepada-Nya segala makhluk bergantung)
7. Al Qahhaar (Yang Maha Perkasa Yang Mengatasi seteru-seteru-Nya)
8. Al Wahhaab (Yang Memberikan Tanpa Permintaan atau Dituntut)
9. Al Fattaah (Yang Membuka)
10. Al Waahid (Yang Satu)
11. Al Ahad (Yang Esa)
12. Al Shamad (Yang kepada-Nya Segala Sesuatu Bergantung)

Tujuh asma’ paling awal kadang juga disebut sebagai al-asma’ al-ilahi yang mengacu pada tujuh petala langit (sab’ sama’) dan cahaya-cahaya Illahi (an-waar ilaahi).

Hendaknya nama-nama tersebut didzikirkan dengan hati. Sejalan dengan tujuan utama dzikir-nya, yakni mengingatkan diri tentang kebesaran dan kemahaagungan Allah serta menggambarkan arti nama-nama dan sifat-sifat yang ada dalam dzikir. Peran hatipun akan menjadi dominan. Dengan cara ini, mata hati akan melihat nur tauhid (cahaya Keesaan). Apabila nur Dzat Ketuhanan ter-dzahir-kan atau tertajalli, semua sifat kebendaan atau fisik akan hilang musnah. Semua yang ada menjadi kosong belaka. Inilah kesadaran dimana semua perkara menjadi fana’. Tajalli atau pen-dzahir-an nur Ketuhanan ini memadamkan semua cahaya yang lain. “Setiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah,” (QS Al-Qashash/28:88). “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki, dan menetapkan apa yang Dia kehendaki,” (QS Al-Ra’d/13:39).

Ketika semua telah lenyap, yakni fana’ dihadirat Allah, yang tertinggal hanya Ruh Suci (Ruh al Quddus). Ia melihat dengan Nur Allah. Ia melihat Allah, Allah melihat dia. Ia melihat dengan Allah, ia melihat dalam Allah, ia melihat untuk Allah. Tidak ada bayangan dan tidak ada yang menyerupai Allah. La ilaha illa Allah, la ilaha illa Ana.

Satu yang tertinggal dan mutlak, yakni Nur Suci, sang Ingsun Sejati. Suati karunia yang tinggi yang diberikan kepada orang yang utama. Tidak ada yang ingin diketahuinya pada tingkat ini. Inilah puncak yang dapat dicapai manusia ketika berada di alam fana’ ini. Tidak ada lagi apa pun, kecuali Allah. Dan tidak ada lagi siapa dan apa pun yang menjadi celah diantaranya dengan Allah.

Dan semua itu merupakan kesadaran rohani yang sangat dalam artinya. Hasil dari mengenang dan memusatkan renungan hati pada maksud dan pengertian batin dari sifat dan asma’ Allah. Dalam dirinya kini hanya tinggal kebaikan yang dipenuhi kesyukuran, husn al-dzan, serta ketinggian himmah terhadap Allah. Bahkan terhadap kenikmatan pun ia menjadi lupa, karena sudah terlalu asyik dengan Allah. Dia juga tidak ingat lagi dengan segala bahaya dan bencana, karena sibuk dengan Allah, Ma’iyyatullah. Dan pada dirinyalah terletak banyak karamah yang setiap saat dapat muncul anugerah Allah kepadanya. Itulah keadaan sang insan kamil, auliya’ Allah.

 Dalam penempuhan jalan rohani terdapat dua golongan besar: golongan yang lebih memperbanyak dan memperhatikan dzikir disertai dengan ilmu, dan golongan yang memperbanyak serta menekuni ilmu disertai dengan dzikir. Kedua golongan tersebut sama-sama mampu mencapai tujuan akhir dengan ijin Allah.

Kedua golongan itu selalu ada disetiap zaman, karena umumnya manusia terbagi menjadi dua tipe. Pertama, mereka yang memiliki kecintaan yang sangat pada ilmu dan kemampuannya melakukan amal juga ada. Kedua, mereka yang memiliki kemampuan terbatas dalam menekuni ilmu namun kegigihannya melakukan ibadah, amal dan dzikir sangat besar. Jalan yang bisa ditempuh oleh manusia golongan kedua adalah memperbanyak dzikir, tapi juga harus disertai dengan ilmu. Sedangkan bagi tipe pertama, jalan yang ditempuh adalah ilmu yang harus dibarengi dengan dzikir.