ASAL TUBUH MANUSIA

Asal tubuh manusia terdiri dari empat dasar yaitu Tanah, Air, Angin dan Api

Kesemuanya itu dari pada Nur Muhammad juga adanya :                                        
Adapun asal kejadian diri terdiri dari tiga perkara :

                  Bapak                     Ibu                       Tuhan                       

¨      Urat besar               –   Rambut                   – Penglihatan

¨      Urat kecil                 –     Kulit                   –  Pendengaran

¨      Tulang                     –    Daging                 –  Pengrasan

¨      Otak                        –    Darah                  –  Penciuman

                                                                             –  Nyawa

Jadi kesemuanya ini berjumlah 13 (tiga belas) perkara dan terhimpun dalam rukun shalat 13 (tiga belas) perkara.

Syari’at                             Thoriqat                 Haqiqat                             Ma’rifat

–  Syari’at      Tubuh      –  Af’al Allah  (Diri Terperiksa        –  Syari’at Ilmul yakin)

–  Thariqat     Hati         –  Asma’ Allah (Diri Terperi             –  Thariqat Ainul yakin)

–  Haqaiqat    Ruh         –  Sifat Allah    (Diri Tajalli               –  Haqiqat Hakul yakin                                            –  Ma’rifat     Rahasia   –  Zat Allah       (Diri Tajalli              – Ma’rifat Kanalul yaqin

  Adapun yang empat ini terhimpun didalam :                                                              

  LA           Jasmani yakni Syari’at tubuh ( Syari’at itu perbuatanku-Jalal)

  ILAHA    Ruhani  yakni Thariqat hati    (Thariqat itu kataku-Jamal)

  ILLA       Haqiqat nyawa (Haqiqat itu kediamanku-Kahhar)

  ALLAH  Ma’rifat atau Rahasia (Ma’rifat itu Rahasiaku-Kamal)

    Apabila kita hendak mencari/mengenal “Diri” maka hendaklah terlebih dahulu kita ketahui/kita kenal akan “Rahasia Nur Muhammad”.

karena rahasia Nur Muhammad itulah sebenar-benarnya diri.

Adapun yang bernama diri itu terbagi dua bagian :

Pertama Diri yang Lahir : dan kedua Diri Bathin :

Adapun diri yang lahir itu berasal dari Anasir Adam yaitu :

Api                                  Angin                                     Air                                     Bumi

¨      Adapun “Api” itu terbit daripada yang bathin,berhuruf Alif bernama “Zat” menjadi rahasia hurufnya “Darah” pada kita.

¨      Adapun “Angin” itu terbit daripada yang bathin,berhuruf “Lam Awwal” “Sifat” menjadi nyawa hurufnya “Nafas” pada kita.

¨      Adapun “Air” itu terbit daripada yang bathin,berhuruf Lam Akhir bernama “ Asma’ “menjadi Hati hurufnya “Mani” pada kita.

¨      Adapun “Bumi” itu terbit daripada yang bathin ,berhuruf “Ha” bernama “Af-al” menjadi Kelakuan hurufnya”Tubuh” pada kita.

    Jadi jika demikian diri kita yang lahir itu,terbit dari pada Bayang-bayang diri kita yang bathin juga berhuruf / berkalimah “Allah” danjanganlah kiranya syak dan waham lagi.

Kemudia,sesudah kta ketahui Diri yang lahir itu,hendaklah kita ketahui pula Diri kita yang bathin : siapa yang mana ?sebab diri yang bathin itulah yang bisa mengenal Tuhannya,seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

Artinya : Barang siapa akan mengenal dirinya,maka akan dikenalnya Tuhannya.

    Sebelum kita mengenal diri kita yang bathin,hendak lebih dahulu kita matikan/fanakandiri kita yang lahir yang berwujud nama Allah itu seperti disabdakan oleh Nabi SAW :

Artinya : Matikan dirimu sebelum kamu mati.

Jika sudah mati/fana diri kita yang lahir itu,barulah Nyata diri kia yang bathin yang disebut sebenar-benarnya diri.

    Adapun cara mematikan diri yang lahir itu adalah dengan manafikan huruf-hurufnya : Alif  Lam  Lam  Ha.

Jadi jika diri kita yang lahir itu nyata sudah fana artinya sekali-kali tiada mempunyai ada lagi,berarti diri kita yang lahir ini Lebur/lenyap kepada diri yang bathin.

Artinya: Dari pada tiada menjadi tiada,dan dari pada ada kembali menjadi tiada.

Maksudnya,Diri yang lahir ini sehelai rambut-pun tiada menpunyai ada lagi dan tiada boleh dikatakan ada pada ilmunya hanya diri yang bathin yang bernama Muhammad seperti tersebut dalam hadits qudsi :

Artinya : Kujadikan engkau (ya Muhammad) karena aku,dan kujadikan sesuatu karena engkau.

    Jadi jelaslah,bahwa yang bernama Muhammad itulah sebenarnya diri yang bathin.hendaknya janganlah kita syak dan atau waham lagi: karena Muhammad itulah yang ada mempunyai Tubuh,Hati,Nyawa,dan Rahasia.

¨      Adapun Tubuh Muhammad  itulah yang bernama Alam Insan  yakni syari’at.

¨      Adapun Hati Muhammad      itulah yang bernama Alam Jisin   yakni Thariqat.

¨      Adapun Nyawa Muhammad itulah yang bernama Alam Misal  yakni Haqiqat.

¨      Adapun Sir Muhammad        itulah yang bernama Alam Ruh    yakni Ma’rifat.

    Sesudah demikian itu,hendaklah Muhammad itu pula yang mengenal Tuhannya.akan tetapi Muhammad belum bisa mengenal Tuhannya sbelum fana Tubuhnya,Hatinya,Nyawanya,dan Rahasianya.Zatnya,Sifatnya,Asma’nya,Af-alnya.

Firman Allah artinya: katakan olehmu (Muhammad) bahwasanya Allah ta’ala itu Esa : Esa pada Zatnya,Esa pada sifatnya,Esa pada Asma’nya,Esa pada Af-alnya.

Dan lagi Firman Allah artinya: Serahkan dirimu hai (Muhammad) pada Tuhan-mu yang hidup dan tiada mati.

    Mengenai Muhammad menyerahkan dan mengesakan diri kepada allah seperti diuraikan dibawah ini : jangan syak dan waham lagi terhadap perkataan diri.

¨      Adapun Bathin Muhammad  adalah Zat kepada Allah,Rahasia kepada hamba.

¨      Adapun Awwal Muhammad adalah Sifat kepada Allah,Nyawa kepada hamba.

¨      Adapun Akhir Muhammad   adalah Asma’ kepada Allah,Hati kepada hamba.

¨      Adapun Zahir Muhammad   adalah Af-al kepada Allah,Tubuh kepada hamba.

¨      Adapun yang disebut hamba itu tiada lain dari pada Muhammad jua :dan jangan sekali-kali disangka hamba itu adalah kita,karena kita ini pada ilmunya sudah tidak ada lagi .

    Jadi,Rahasia-Nyawa-Hati-Tubuh-Muhammad itupun tiada jua karena sudah fana kepada zat-nya-sifatnya-asma’nya-af-alnya yakni Allah Ta’ala jua adanya.seperti firman Allah didalam Al-qur’an.artinya :

Allah jua Tuhan yang awwal tiada baginya permulaan,dan ia jua yang akhir yang tiada baginya berkesudahan,dan ia jua yang Zahir,serta ia jua yang Bathin.

Jadi,kita ini atau tubuh kita yang kasar ini-pada haqiqatnya/ilmunya fana kepada Maqam Baqa’ (fana kepada allah jua adanya) yaitu fana fillah dan Maqam Billah.

¨      Segala perbuatan adalah perbuatan Allah ,sihamba sawa sekali tidak memiliki perbuatan.

¨      Segala asma’ pada hakekatnya adalah Asma’ Allah

¨      Nur Nabi kita Muhammad SAW.dari pada Nur Zat Allah Ta’ala sekian mahluk dan segala sesuatu dijadikan dari padanya.

¨      Segala sifat pada hakekatnya adalah sifat Tuhan yang ada pada hamba adalah makna wujudnya.

Itulah …….orang-orang yang sebenar-benarnya ma’rifat kepada Allah.

Iklan

PENGIJAZAHAN KAJI SERAT TUBUH (IBU ALFATEHA)

bismillahhirrahmannirrahim,…..asyhaduanlaillah haillallah wasyhaduanna muhammadarrasullallah,memohon syafaat penghuluku nabi besar MUHAMMAD bin ABDULLAH rasullallah,aku tularkan kaji serat tubuh (IBU ALFATEHA) kepada kawan kawan sebangsa dan setanah air,dengan nawaitu dapat mengambil syarat dan manfaat dari energy dentuman alfateha yang mengandung berbagai aplikasi nyata dari rahim 7 lapis bumi,7 lapis langit yang dengan memahami sedikit kaji nya ini dapat di daya gunakan untuk berbagai solusi permasalahan hidup,tentu lah dan sangat pasti bahwa tetap jadikan kerja keras,usaha dan berpikir sebagai panglima dari mendapatkan solusi permasalahan hidup tersebut.ini hanya sebagai bentuk lain dari media tawakaltu dan sengaja saya tularkan ini agar terhindar dari rasa paraduga ( bida’ah lah,syiriklah,salah lah,tidak sepaham dengan agamis lah serta berbagai macam hal)sehingga terkadang membuat si pencari solusi menjadi semakin bingung,tumbang,linglung dan endingnya semakin terjerembab dalam permasalahan tampa terlihat mana ujung mana pangkal,harapan saya dengan kaji ini sesorang lebih nyaman mengamalkannya,lebih lega dalam ritualnya sehingga lebih menciptakan rasa menyelesaikan masalah tampa masalah.hehe.he.he..kayak slogan penggadaian..sebab alfateha sudah selalu kita baca seperti membaca koran,saking akrabnya dan sudah jelas kajinya bahwa ia di anjurkan oleh agama serta telah terlegalisir tiada satupun yang salah dalam kalimat alfateha tersebut,maka sesiapa yang mengatakan bahwa seorang mengamalkan kaji alfateha salah maka pastilah di ragukan ia beragama islam atau tidak,…

dengan memohon kesedian kawan kawan lain juga saya meminta maaf jika penggalan kaji alfateha saya ini dangkal mata airnya,itu di sebabkan qodo saya yang masih jauh kepahamannya dari kaji kawan kawan makrifat yang lain,karena di asia ini saya yakini teramat banyak kawan kawan yang memiliki dan memahami makrifat dari ibu alfateha jauh lebih dalam,jauh lebih berpaham dan jauh lebih tinggi dari saya,tiada lain maksud saya hanya sedikit berbagi untuk dapat berkecimpung menjadi bagian dari makrifat rasa BAHWA KITA SATU BANGSA SENASIB SEPENANGGUNGAN,mencoba memberikan sedikit media agar kesusahan kawan kawan lain dapat menemukan ujung dari permasalahan yang tengah di hadapi…amin.

versi dari kaji ini adalah tergolong kaji makrifat di mana ia mengkaji terlebih dahulu apa alfateha itu,bagaimana ia terjadi daan apa fenomena fenomena saat ia terjadi dan di mana ayat by ayat dari alfateha ini bersembunyi/berada,ia di sebut ibu karena memang darinya lah segala tuah,segala energy,segala tenaga mistis,segala kejadian bermula ( keyakinan saya dalam islam)bahkan bergerak kemana kita pada hari ini,berpikir apa kita ini,kenapa sipat sipat kita terbentuk itu juga sesungguhnya ada ikut campur dari serat alfateha.

namun walaupun begitu islami nya kaji ini menurut sepengalaman saya energy nya juga dapat di gunakan oleh kawan kawan non muslin bagi yang mau mencoba menggunakan nya saja,bagi yang anti ya di harapkan mencari media lain yang lebih di yakini,toh mencoba tidak ada salahnya.

sebelum saya buka kajinya ijinkan saya menceritakan dahulu dari mana saya mendapatkan pemahaman ini,agar jelas dan tidak terpeleset dalam menggunakan sert mengkaji tehnik dari sya ini,sekaligus jelas sanad serta riyadhohnya kelak jika kawan kawan mengamalkan nya.

saya mendapatkan kaji ini bermula di kampung dulu,saya memang di lahirkan sebuah desa jauh di pedalaman hutan sebuah kabupaten di riau,dengan culture yang sangat wajib taat pada petuah petuah/pitutur pitutur dari sesepuh sesepuh desa,saya biasa mengaji ( dari juz ama sampai khatam alquran) pada seorang guru mengaji bernama datuk MONTI ( monti adalah panggilan seorang penghulu kampung yang di yakini keturunan wali islam di sumatra,kebetulan beliau cucu kandungnya syech burhanudin wali 13 pulau sumatra).

dan sudah kebiasaan adat di kampung saya bersama anak anak muda yang lain,jika ia telah khatam alquran maka sang guru mengaji akan memberikan sebuah ayat alquran yang di pituahkan berguna untuk bertemu dengan nabi KHIDIR,sebab menurut keyakinan desa saya saat itu yang bisa dan syah mengatakan seorang itu khatam mengaji alquran adalah NABI KHIDIR,sedangkan guru hanya berkewajiban mengajar kan tajwid,salah benar nya dalam mengaji,kebetulan khatam alquran itu menurut adat saya sangatlah agung,hanya orang orang yang berniat lurus dan bertekad baja yang dapat melakukannya,sehingga timbul satu sapaan pada seseorang yang khatam alquran itu panggillan datuk walaupun ia berumur masih belasan tahun,nah seperti abang abang saya terdahulu,saat saya sudah khatam alquran saya juga mendapat amanah amalan bertemu nabi khidir tersebut beserta syarat dan pantang larangnya,dengan tekad lurus saya memulai melakukan tata cara seperti yang guru mengaji saya hanturkan,kebetulan kampung saya dekat dengan sungai yang memang salah satu syaratnya saya harus mengaji dan membaca amalan tersebut di tepi sungai ( guru saya juga memberikan ciri ciri pasti fisik nabi khaidir)singkat muqadimah,pada malam ke 3 saya bertemu dengan orang seperti yang guru mengaji saya katakan beserta ciri ciri fisiknya,( mungkin karena umur masih belia dan hati masih bersih tinggalpun di desa sehingga saya di ijinkan gusti ALLAH bertemu,itu pun saya memohon maaf kepada kawan kawan lain bahwa yang saya tulis di sini adalah versi pengalaman saya,benar atau tidaknya saya serahkan pada tuhan seru sekalian alam saja,jadi ingat saya tidak meng claim itu nabi khaidir asli seperti yang pernah kawan kawan lain temui..!!!).

lalu saya di suruh oleh beliau membaca 3 surat di alquran dengan khusuk dan benar seperti apa yang guru mengaji saya ajarkan,saya ikuti perintah beliau tampa rasa gemetar sedikitpun,ini di sebabkan karena sosok ini sudah menjadi icon/pamor bagi desa saya,ALHAMDULILLAH..setelah saya selesai mengaji tadi beliau tersenyum,menyalami saya dan berkata dengan jelas bahwa saya telah KHATAM,dan selama hidup sampai skratul maut jangan di lupakan membaca 3 surat tadi,saya sujud syukur dan segera ingin beranjak pulang menemui guru mengaji saya,tiba tiba beliau menahan tangan saya dan berkata dengan lembut,tunggu sejenak anaknda…aku akan berikan satu kaji yang penuh manfaat untuk engkau gunakan dan bawa dalam hidup mu ini, (beliau berbahasa melayu seperti bahasa kampung saya,tidak berbahasa ibrani,yunani,roma,arab atau bahasa lainnya).singkat cerita subuh itulah beliau membuka kan sedikit kaji ibu alfateha ini yang sebentar lagi akan saya tulis tentu dengan bahasa yang mudah kita mengerti saja………..

ALFATEHA dalam serat makrifat terjadi jauh seebelum malaikat,adam dan hawaa serta alam zahir ini di ciptakan,alfateha adalah kalimat lengkap serta awal dari ucapan makhluk semula awal kepada tuhannya sebagai rasa menghamba/mengakui bhwa ia hamba dan tuhan itu yang di hamba/ia yang menyembah dan tuhan yang di sembah,yaitu NUR yang bernama MUHAMMAD,ALFATEHA adalah reflexi mitologi dari ke absahan pengakuan makhluk paling awal saat ia mengakui bahwa yang makhluk itu ia (nur muhammad) dan yang bukn makhluk itu TUHAN ( ALLAH…sebelum bernama ALLAH tuhan bernama xxxx),nah setelah alfateha itu tercetus kalimatnya oleh nur muhammad namun masih belum teratur,masih zigzag karena mahkluk awal tadi masih terkejut dengan kejadiannya,setelah qalam qlamullah mulai menjadi seperti malaikat,ruh dan nabi adam maka mulailah alfateha ini menjadi penggerak utama dari bio modeling kejadian kejadian makhluk lain tadi,alfateha mulai terpikirkan oleh makhluk makhluk tersebut sebagai rangkaian ruh kalimat yang harus di rangkai,nah pada saat inilah alfateha mulai menjadi cikal bakal,sebab musabab dari bermulanya sipat sipat serta kejadian makhluk ALLAH tersebut,dengan maksud yang lebih standar adalah:

“SAAT ALFATEHA ITU DI SUSUN BERDASARKAN SUSUNAN RUH YANG INDAH BAIK DAN TEPAT DI SAAT ITU PULA MENJADILAH BEBERAPA BENTUK DARI ALAM SEMESTA INI,MAKSUD SAYA SAAT AYAT PERTAMA ALFATEHA DI BENTUK DENGAN DI SUSUPI RUH NYA MAKA TERBENTUKLAH SUSUNAN GEOMETRIS LANGIT PERTAMA DAN SUSUNAN BIO COLLECTIV SUSUNAN ZAHIR OTAK NABI ADAM DENGAN LENGKAP,PINTER BERAKAL DAN SEMPURNA.DENGAN BEGITU MAKA OTAK NABI ADAM tentu juga semua manusia adalah sedulur,selahir dengan ayat alfateha yang pertama,NAH JIKA KALIMAT AYAT INI TERGANGGU ATAU TIDAK TERBACA OLEH MANUSIA MAKA AKAN SANGAT BERPENGARUH KEPADA OTAK MANUSIA TERSEBUT.(ini kunci ilmu ibu alfateha tersebut)

“KAJI YANG KEDUA: ALFATEHA ITU SETELAH LENGKAP TERSUSUN DI ALAM MALAKUT IA DI SUMPAH BAHWA ENERGY NYA AKAN MENYELAMATKAN SIAPA SAJA YANG MEMBACANYA DENGAN PENUH LENGKAP DAN ISTIQOMAH,NAH JIKA ADA SEORANG ANAK CUCU NABI ADAM MEMBACA ALFATEHA LALU IA BELUM SEMPAT MELENGKAPI AYATNYA KARENA TERGANGGU OLEH PERKARA LAIN MAKA AKAN TERGANGGULAH SELURUH ROTASI PERPUTARAN MUKA BUMI INI,MAKA ALAM SEMESTA AKAN KACAU BALAU,MEMORI SELURUH MAKHLUK AKAN TERGANGGU.MAKA OLEH ITU SESIAPA YANG MEMBACA ALFATEHA MAKA IA AKAN DI SELAMATKAN DARI SEGALA KEJAHATAN SAMPAI IA SELESAI MEMBACA LENGKAP PENUH AYAT ALFATEHA TERSEBUT OLEH KHODAMUS SERTA ALAM SEKITARNYA.

“KAJI YANG KE TIGA”: SESUNGGUHNYA SESIAPA YANG SALAH SEDIKIT SAJA BUNYI TAJWID MEMBACA ALFATEHA MAKA SUSUNGGUHNYA IA TELAH MENGUNDANG 9 ANAK CUCU SYEITHON UNTUK HADIR DAN BEKERJA UNTUKNYA,SEBAB DI DALAM ALFATEHA ITU ADA NAMA 9 ANAK SYEITHON JIKA KITA TERSALAH BUNYI MEMBACANYA,SEPERTI ” IYYA KANAQ BUDHU WA IYYA KANASTAIN” JIKA TERSEBUT KANASSTAIM,MAKA TAIM ITU ADALAH ANAK SYEITHON DARI GOLONGAN JIN THAHIT.

CONTOH YANG KEDUA ADA PADA KALIMAT “IYYA KANAQ BUDHU” JIKA TERSEBUT BUNYI “IYA KANAQ BUHDU” IYYA MENJADI,IYA” MAKA ARTINYA BUKAN LAGI PADA ‘KEPADA MU YA ALLAH KAMI MENYEMBAH tetapi MENJADI KEPADA MU YA MATAHARI KAMI MENYEMBAH” ( dahulu jaman jaman lagi maraknya dukun santet,saya pernah bertemu seorang ahli santet yang ia menggunakan santet nya hanya dengan membaca alfateha tetapi alfateha nya di salah salahkan bunyinya,agar yang berbunyi memanggil nama anak anak syeithon)

“KAJI YNG KE EMPAT: 7 ayat alfateha itu sesungguhnya berada dan berbentuk dalam serat bagian tubuh manusia,ia menjadi qursani dan hamiyyah(besi semula jadi dan api tubuh manusia) ayat tersebut berada terpencar pencar di dalam 7 bagian tubuh manusia,jika ke 7 kalimat alfateha ini yang berada pada 7 bagian tubuh manusia tersebut dapat di connect kan maka ia akan menghasilkan dentuman energy nyata yang sngat besar,sesungguhnya TENAGA DALAM YANG MAMPU MEMENTALKAN BENDA MATI,TAMPA EMOSI,ORANG YANG MAMPU MENGELUARKAN SERANGAN API DARI TUBUHNYA,MAMPU MELAYANG DI UDARA ATAU BERLARI SECEPAT ANGIN,ATAU MENGGUNAKAN ILMU GAYUNG JANTUNG (ilmu gayung adalah ilmu pukulan jarak jauh yang mampu membuat lawan putus jantungnya seperti di gunting) itu semua adalah bentuk nyata dari qursani dan hamiyyah tubuh yang ter focus oleh 7 ayat alfateha yang telah connect/terhubung tadi….sayangnya sangat banyak orang kita muslim sekarang yang ke 7 ayat alfateha di batang tubuhnya ini masih berpencar/terputus putus satu dengan yang lainnya sehingga tidak dapat merasakan manfaat khasiat dari alfateha yang ia baca atau amalkan,saya terkejut saat 1 tahun lalu datang ke salah satu biara saholin temple di inggris miliknya Mr wong karena hendak mendalami THAI CHI COMBAT DAN CHI KUNG salah satu peserta di situ anak muda dari brebes jawa tengah mampu menghantam dan melontarkan meja besi jarak jauh tampa menyentuh tampa menggunakan olah pernapasan tenaga dalam,lalu ia sudi membeberkan sedikit rahasianya bahwa ia mengkaji dan belajar menggabungkan/meng connectkan 7 ayat dalam alfateha tersebut di tubuhnya dan stelah connect energy bio atom itu lah yang ia picu untuk di hantamkan ke benda mati tampa olah napas apapun (bertambah keimanan saya pada alfateha).

baiklah berikutnya akan saya ijzahkan tehnik serta tata cara menggabungkan ke 7 ayat alfateha yang terpencar pencar dalam batang tubuh kita tadi beserta tata cara menggunakan induk alfteha ini,tentu dengan struktur yang telah sya dapat dari fenomena saya khatam tadi

AYAT YANG PERTAMA TERSIMPAN PADA SERAT TUBUH TENGKORAK KEPALA MANUSIA,jika ayat ini di control dan di daya gunakan seperti di preteli dan di utak atik oleh orang lain maka akan ber efect mengganggu system syaraf serta mempengaruhi sipat serta kebiasaan organ bagian tubuh yang di jaga oleh tengkorak kepala tersebut,namun jika bio energy nya mampu di connect kan pada ayat tubuh yang lain maka reaksi sangat postive dapat si pengamal raih.

AYAT YANG KEDUA ALFATEHA TERSIMPAN PADA SERAT TUBUH BAGIAN JANTUNG jika ayat ini tidak tersambung/di utak atik atau di baca zigzag maka akan sangat berpengaruh pada seluruh reaksi jantung dan jiwa,orang yang tadi sangat bahagia bisa tiba tiba menangis merauang raung tampa sebab,jiwa yang sakit jika mampu di connectkan dengan ayat ini dengan 7 ayat lainnya maka akan mampu memproduksi energy ketenangan luar biasa nyata pada jiwa nya,dan jika ayat ini di utak atik maka organ jantung nya bisa terlepas dari untaian,ini jualah yang di lakukan oleh praktisi ilmu gayung bathin atau gayung api (membuat jantung lawan terputus).

AYAT YANG KETIGA tersimpan dalam serat tubuh bagian bahu sampai telapak tangan sebelah kanan

AYAT YANG KE EMPAT tersimpan di serat tubuh bagian bahu sampai telapak tangan kiri

AYAT ALFATEHA YANG KE LIMA tersimpan pada serat tubuh bagian kaki kanan

AYAT ALFATEHA YANG KE ENAM tersimpan pada serat tubuh bagian kaki kiri…dan

AYAT ALFATEHA YANG KE TUJUH tersimpan pada serat tubuh bagian zakar/kelamin ( jika ayat ke 7 ini mampu di connect kan dengan ayat yang lain sangat ampuh dan efective untuk media solusi bagi yang sudah berkelurga namun belum mendapatkan keturunan).

ketujuh ayat surat alfateha ini jika ia mampu mengalirkan energy dengan connecitas yang stabil maka seluruh inti sari serat ruh serta energy dari alfateha itu sangat berpungsi nyata untuk berbagai keperluan,ia menjdi tonggak tunggal dari media penyelesaian masalah dalam hidup ini.namun jika ia di putus maka terputus jualah sebab sebab dari kejadian yang bersamaan dengannnya tadi sehingga bagian tubuh yang tersimpan serat tersebut akan goncang dan tidak dapat lagi di pungsikan sesuai dengan kehendak si pemilik tubuh,ia akan bergerak dan bertindak di luar control tampa di sadari oleh si pemilik tubuh…

BERIKUT TATA CARA MENG CONNECT KAN KE TUJUH AYAT ALFATEHA YANG TERSIMPAN BERPENCAR DI BATANG TUBUH MANUSIA (menurut ijazah yang saya dapat bahwa jika ke tujuh ayat ini belum mampu connect/tergabung/menyambung satu dengan lainnya maka energy dari ibu alfateha ini sangat sulit untuk di aplikasikan pada berbagai keperluan zahir maupun bathin:

-ambillah air hujan/tampunglah air hujan biasa dengan menggunakan wadah dari plastic,air hujan yang saya maksud adalah air hujan yang pertama sekali hujan setelah minimal 3 hari tidak hujan,tampungnya jangan terkena bahan lain dalam artian air hujan yang jatuh tersebut jangan di tampung dari tetesan daun,pohon atau atap rumah,tampunglah air tersebut dengan tidak terkena bahan lain ( seperti membuat air battre/AKI ).

setelah di dapat air hujan murni dari zat lain tersebut,pada jam 11 malam (boleh hari apa saja) ambillah wudhuk lalu sholatlh 2 rakaat bagi yang tidak sholat silahkan langsung duduk berzikir saja,nah setelah selesai sholat letakkan air hujan tersebut dalam piring yang juga terbuat dari plastic,lalu lakukan zikir tehnik seperti ini:

DENGAN DI DAHULUI BISMILLAH DAN SYAHADAT BACALAH SURAT AL-FATH ayat terakhir sebnyak 7x lalu di lanjutkan ayat alfateha yang pertama sebanyak 1x dengan posisi tangan memegang tengkorak kepala maksud saya kedua telapak tangan tempelkan ke pada kedua telinga seperti saat kita azhan.(lihat surat AL-FATH ayat terakhir tersebut akan terdapat semua huruf dari ALIF sampai YA berada pada satu ayat tersebut,ini ayat yang sangat lengkap karena semua huruf alquran berada lengkap pada satu ayatnya).

LANJUTKAN DENGAN AYAT YANG KEDUA SAMPAI AYAT KE TUJUH SURAT ALFATEHA TERSEBUT DENGAN TEHNIK YANG SAMA SEPERTI DI ATAS,DENGAN POSISI DUDUK SEPERTI INI:

PADA AYAT KEDUA POSISI KEDUA TANGAN MEMEGANG/MENDEKAP JANTUNG

PADA AYAT KE TIGA POSISI TANGAN KANADAN MELINTANG MENEMPEL PADA PERUT DAN TANGAN KIRI LURUS BIASA SAJA

PADA AYAT KE EMPAT POSISI TANGAN KIRI MENDEKAP MELINTANG DI PERUT DAN TANGAN KANAN LURUS BIASA SAJA

PADA AYAT KE LIMA KAKI KANAN MELINTANG BERSILA DAN KAKI KIRI LURUS MEMBUJUR

PADA AYAT KE ENAM KAKI KIRI YANG MELINTANG BERSILA DAN KAKI KANAN LURUS MEMBUJUR

PADA AYAT KE TUJUH SAMPAI AMIN BAGIAN SELANGKANGAN/KELAMIN KENCANGKAN DENGAN MENAHAN NAPAS,ingat saya katakn kencangkan bukan tegangkan..ntr malah terkena pasal pidana pencabulan lagi,hehehe..jadi saat membaca tehnik yang saya tulis tersebut tahanlah napas bukan oleh napas.

setelah itu selesai hembuskan napas tujuh kali pada air hujan dalam piring plastic tadi,lalu simpan dulu air hujan tersebut,lakukan tehnik connecsitas tersebut selama 7 malam berturut turut dengan tehnik yang sama dan jam yang sama pula.nah saat nanti selesai tujuh malam maka gunakanlah air hujan tersebut untuk mandi pada sore hari (campur dengan air mandi biasa) sebelum mandi bacalah alfateha tujuh kali dengan membaca ber HARKAT,ada 7 harkat dalam alfateha tersebut jangan di baca seperti membaca koran.nah setelah itu selesai si pengamal ibu alfateha ini sudah dapat menggunakan energy inti sari dari ruh alfateha ini seperti contoh berikut:

TATA CARA MAKRIFAT PENGGUNAAN YANG PERTAMA:

bacalah bismillahhirrahmnnirrahim

syahadat 1x

alfateha sampai pada kalimat iyya kanaq budhu waiyya kanastain…! stop smpai pada kalimat ini lalu

sambung dengan niat (tidak akan tersambung alfateha ini sebelum si (nama terget) datang kepada ku membayar hutangnya)

NB: jangan di sambung alfateha yang tadi kita baca sebelum si penghutang datang membayar hutangnya (namun jika dalam sholat alfateha yang dibaca wajib harus penuh sampai amin,intinya alfateha yang telah kita niatkan untuk menghantam si penghutang tadi saja yang tidak akan kita sambung sebelum niat nya terkabul.

TATA CARA YANG KEDUA:

tata cara ini kalau merujuk pada bahasa sesepuh kwa di namakan BOSSTER keilmuan seperti contoh saya selalu melakukan tehnik seperti ini:

bismillahhirrahmannirrahim

syahadat 1x

alfateha dari awal sampai iyya kanaq budhu waiyya kanastain lalu saya sambung dengan kalimat” besi lah bebismillah,bismillah karena aku,aku karena ALLAH..dst,lalu baru saya tes tembak si orang yang tadi saya isikan sumpah serapah besi” setelah nyata tidak luka tubuhnya oleh pelor barulah saya sambung kembali alfateha tersebut,mulai dari baca awal sampai amin,dan ucapkan syukur pada gusti ALLAH bahwa doanya telah terkhabul.

TATA CARA KE TIGA:

` bismillahhirrahmannirrahim

syahadat 1x

alfateha dari awal sampai iyya kanaq budhu waiyya kanastain lalu tambah niat(tidak akan saya sambung alfateha ini sebelum saya selamat aman sampai di rumah kembali) dan berangkat lah keluar rumah untuk mencari rezeki di bumi ALLAH yang luas ini,selama alfateha itu belum tersambung tidak akan ada satu makhluk pun yang mampu mencelakai/menipu si pengamal,karena jika alfateha tidak tersambung di baca oleh anak cucu adam maka terputuslah sebab akibat,qodo dan qadar dari rotasi alam semesta ini,ayo mana lebih penting menyelamat kan qodo alam semesta dari pada satu niat dan kesempatan dari mahkluk lain yang berniat jahat.biasanya sepengalaman saya tidak ada satupun manusia yang mampu menahan gempuran penjaga alfateha ini,jika ia di baca setengah dengan niat karena sebab si (target belum membayar hutangnya atau yang lainnya)ingat sangatlah penting bagi penjaga khodamus surat alfateha menyelamatkan si pembaca alfateha yang baru setengah tadi alfateha terbaca utuh sehingga kekuatan ruh alfateha dan rotasi alam semesta dapat berlangsung seperti yang telah di qadar kan.

-untuk penggunaan lain silahkan tambahkan saja niat sesuai dengan kondisi masalah yang tengah kawan kawan hadapi,medianya boleh ilmu sendiri,boleh juga ranting kayu di jalanan jika ingin selamat dari serangan orang demo,senjata lawan juga mampu di tumpulkan dengan tehnik ibu alfateha ini,tenaga lawan pun yang menyerang dengan bringas juga akan tawar,lumpuh lemah jika di gunakan penawar dengan tehnik seperti di atas.

-sepengalaman saya menggunakan makrifat ibu alfateha ini hampir semua kegiatan zahir dan bathin serta economi yang mampu energy nya mediasi,tinggal kawan kawan saja memahami inti makrifatnya dan menggunakannya dengan sungguh sungguh.

SANGAT PENTING: setelah terkhabul niat serta ilmu nya dengan menggunakan tehnik ibu alfateha ini maka ingatlah jangan lewat dari 7 jam laftehanya harus segera di sambung karena jika terlewat akan sangat berisiko sangat tinggi bagi organ tubuh si pengamal..!!!!

NB: ada ratusan lagi kaji makrifat dari penggunaan serta pemahaman dari alfateha ini yang saya tidak dapat tuliskan di blog tercinta ini karena teramat panjangnya kaji sehingga tentu di luar batas standarisasi penulisan blogger,selain itu sesepuh yang lain juga sangat saya yakini dapat menularkan kaji makrifat alfateha yang jauh lebih tinggi dari yang saya tulis ini.

TATA CARA CONNECTION KE 7 AYAT ALFATEHA YANG TERPENCAR PENCAR TERSEBUT:

cara yang kedua ini dapat di lakukan langsung dengan bersalaman dengan NABI KHAIDIR atau saya,dengan cara ini jika saya yang menyalami?tehnik bersalaman maka kemungkinan akan saya ketahui bahwa ke tujuh ayat itu sudah terhubung satu sama lain atau belum karena biasanya jika sudah terhubung reaksi nya sangat nyata berupa sengatan listrik yang lumayan besar terasa mengalir di tangan saat bersalaman,listrik yang mengalir sangat nyata dan bukan karna sugesti atau aliran rasa rasa dan kira kira saja,selain itu biasanya alat alat electronik akan mati/off sendiri dalam beberapa menit setelah selesai akan hidup lagi(bukan rusak alat alatnya tetapi off sebentar saja) ini terjadi bukanlah karena khodam ataupun jin dari ayat tersebut tetapi radar konsleting frekwensi dari terhubungnya serat sari pati dari ruh ayat ayat alfateha tadi dalam tubuh manusia ( baca jg buku air electric penemuan prof TESLA saingannya thomas alva edison) bahkan cara seperti ini termasuk cara seperti di atas meng connect kan sendiri akan sngat efective membangunkan diri yang sebenar dirinya ( biasanya saat ke 7 ayat alfateha itu terhubung dalam serat organ tubuh manusia maka secara outomatic diri yang sebenar dirinya akan bangun sehingga ia akan merasakan satu fenomena kehidupan berpikir yang jauh lebih sehat,matang tenang dan dapat mengendalikan ke arah mana tujuan hidupnya harus ia tempuh.

namun cara yang kedua ini sangat lah sulit untuk di lakukan selain kita sama sama memiliki kerja dan kewajiban masing masing,yang mengikat kita akan waktu bertemu tentu juga bertemu nabi khaidir tadi memerlukan pikiran yang bersih,saya pun bertemu beliau kemungkinan besar hanya karena waktu itu saya masih muda belia dan tinggal di kampung,jaman sekarang kita kita yang sudah hidup di kota dan di penuhi oleh kontaminasi moderen terkadang membuat hati kita sdh di susupi tipu daya dan iri dengki,kemunkinan ini lah yang membuat kita rawan gagal bertemu beliau.

nah saya RAJA RYZAL KELAYANG.Ms.F.MH,dengan sadar sesadar sadarnya,rela ikhlas telah mengijazahkan apa yang saya tau kepada kawan kawan sebangsa dan setanah air,sehingga jika esok hari kawan kawan saya menurunkan kaji ini kepada anak cucu atau yang lainnya maka SYAH karna lillahi ta”ala mendapatkan kaji ini dari berguru kepada manusia yaitu saya,bukan di dapat dari buku buku mujarobat tepi jalan atau dari curi curi copy paste di internet.SYAH KHABUL MAGHBUL BARAKATI LILLAHI TA’ALA..amin.

TUHAN & MANUSIA

Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid)

Allah berfirman,

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia (QS 2:163)”
“Tuhan kamu adalah Tuhan yang maha Esa (QS 16:22)”
“Katakanlah: Dialah Yang maha Esa (QS 112:1)”.
Itulah beberapa mutiara tauhid yang disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’an
sebagai pentauhidan akan ke-Esa-an Diri-Nya. Maka secara harfiah, tauhid
adalah Mengesakan Tuhan.
Al Ghazali dalam kitab
Raudhah Al-Thalibin Wa Umdah Al-Salikin (16)

mengartikan
tauhid sebagai menyucikan
Al-Qidam
dari sifat
al-huduts
(baru), menjauhkannya
dari segala sesuatu yang baru, sehingga seseorang tidak kuasa melihat dirinya
bernilai lebih terhadap yang lainnya. Artinya, dirinya menjadi tiada atau fana.
Sebab bila dia melihat kepada dirinya sendiri atau orang lain disaat dia berada
dalam kondisi mentauhidkan Al-Haqq


, maka akan terjadi dualisme, dan itu berarti
tidak mengesakan terhadap Dzat-Nya yang
qadim
, yang memiliki sifat Esa dan
Tunggal (disinilah Iblis tertipu sehingga menolak perintah Allah). Keesaan
sebagai Yang Tunggal sebagai makna tauhid pada hakikatnya berkaitan erat
dengan pengenalan yang baru (semua makhluk) terhadap yang
qidam
. Maka
dalam siklus
makrifatullah
tak pernah berhenti, tauhid merupakan ujung dari
makrifat dari yang menyaksikan, ia dikatakan rahasia dan ruh dari makrifat.
Namun, tauhid juga merupakan awal dari
makrifatullah
, karena di ujung
perjalanan makrifat si pencari (salik) akan mengalami penyaksiannya di awal
mula sebelum ia menjadi dirinya (sebelum ruhnya ditiupkan ke dalam jasad) (QS
7:172).

Dengan demikian menjadi jelas bahwa ketika seseorang mencapai suatu
totalitas tauhid yang benar berupa penyaksian akan Allah sebagai Tuhan Yang
Esa, tidak ada pengakuan bahwa dirinya telah sampai, karena pengakuan akan
menyebabkan suatu bencana baik bagi dirinya yang diliputi kesombongan diri,
atau hanya sekedar ilusi yang menipu dirinya sendiri. Dalam banyak aspek,
pengungkapan makrifat dimungkinkan apa adanya, seperti Nabi Muhammad
SAW menceritakan Isra & Mi’rajnya, sebagai suatu
dzauqi
atau citarasa ruhaniah
penyaksian hakiki sehingga darinya akan muncul berbagai pengungkapan
lahiriah berupa puisi, prosa, dan bentuk-bentuk pengungkapan lainnya. Ada yang
boleh disiarkan sebagai suatu berita kenikmatan yang memang harus ditebarkan
sebagai sebuah rahmat, ada juga yang harus disembunyikan karena bisa
menimbulkan fitnah baik bagi dirinya, para munafik dan ateis, maupun orang
yang mengikutinya dengan kebodohan dan tanpa ilmu sehingga yang muncul
dari pengikut yang bodoh adalah pengakuan-pengakuan palsu.
6.10.1 Pengertian Tauhid
Menurut Al-Qusyairy an-Naisabury, “Risalatul Qusyairiyah”
[10]


, Tauhid adalah


suatu hukum bahwa sesungguhnya Allah SWT Maha Esa, dan mengetahui
bahwa sesuatu itu satu bisa dikatakan tauhid juga. Sehingga, menauhidkan
sesuatu yang satu merupakan bagian dari keimanan terhadap yang satu itu.
Makna eksistensi Allah SWT sebagai Yang Esa adalah suatu penyifatan yang
didasarkan ilmu pengetahuan. Dikatakannya bahwa Allah SWT adalah
Ketunggalan Dzat, sehingga “
Dia Adalah Dzat Yang tidak dibenarkan untuk
disifati dengan penempatan dan penghilangan.


” Selanjutnya banyak ahli hakikat


yang mengatakan bahwa Allah SWT itu Esa adalah penafian segala
pembagian terhadap dzat; penafian terhadap penyerupaan tentang Hak dan
Sifat-sifat-Nya, serta penafian adanya teman yang menyertai-Nya dalam Kreasi
dan Cipta-Nya.
Hujwiri dalam “Kasyf al-Mahjub”

dan Al Qusyairy

dalam kitab Risalahnya,
membagi pengertian tauhid menjadi tiga kategori yaitu :



Tauhid Allah SWT oleh Allah SWT, yaitu ilmu dan pengetahuan-Nya
bahwa sesungguhnya Dia adalah Esa.

Tauhid Allah SWT oleh makhluk, yaitu ketentuan-Nya bahwa makhluk
adalah yang menauhidkan dan menjadi ciptaan-Nya, atau disebut
tauhidnya hamba dan penegasan tauhid ada dalam hatinya.

Tauhid Allah SWT oleh manusia yaitu pengetahuan hamba bahwa Allah
SWT Yang maha Perkasa dan Agung adalah Maha Esa.
Pada tauhid yang pertama, maka ketauhidan-Nya hanya dapat terpahami oleh
ilmu dan pengetahuan-Nya, dimana Yang Memahami ketauhidan Allah oleh Allah
adalah Allah sendiri atau penetapan-Nya pada makhluk pilihan-Nya Sendiri.
Dalam hal ini yang mendapat kemuliaan itu adalah Nabi Muhammad SAW
dimana beliau dapat memperoleh kekuatan dan memperlihatkan eksistensi Allah
dari luar non-eksistensinya pada saat peristiwa Mi’raj. Sehingga, Yang Ada
adalah Allah semata. Dalam pengertian demikian, makhluk yang mengetahui
berdasarkan pengetahuan-Nya hanya mampu sekedar berkata bahwa “
aku
mengenal Allah dengan Allah
” dengan tabir sebagai suatu sifat
ar-Rububiyyah
.
Hakikatnya, seperti yang sering diungkapkan oleh Rasulullah SAW dan para
sahabat tersebut adalah ujung dari
Ma’rifat al-Haqq
, dalam batas-batas yang
sangat dekat (
Qabaa Qausaini
atau lebih dekat lagi), tetapi bukan merupakan
Ma’rifat Dzat
Allah karena hanya Dialah yang dapat menauhidkan-Nya.
Meminjam istilah Ibnu Arabi, maka tauhid yang pertama bisa dikatakan sebagai
al-Hirah al-Ilahiyah
atau
Kebingungan Ilahiyah
yang dialami makhluk setelah
mencapai maqam tertinggi yaitu Mi’raj Nabi SAW. Dan hanya Nabi Muhammad
SAW lah yang berhak mengatakan dengan penyaksian utuh “
aku mengenal
Allah dengan Allah
”. Para sahabat, wali, dan kaum arifin sesudahnya berada di
bawah maqam nabi SAW tersebut, sehingga dalam sabdanya Nabi Muhammad
SAW berkata “
Saya bersama Allah dimana tidak seorangpun dari malaikat atau
nabi bisa berada bersama saya.
” Tauhid Allah oleh Allah karena itu dikatakan

Yang Ada hanyalah Dia
”. Dan bagi mereka yang mengikuti jejak Nabi

Muhammad SAW maka mereka mentauhidkan melalui dirinya karena tanpa “
Nur
Muhammad dan Muhammad SAW
” semua makhluk akan musnah. Secara
eksak, hal ini berarti bahwa tanpa “
Nur Muhammad dan Muhammad SAW

semua makhluk tidak pernah diciptakan oleh Allah SWT. Inilah makna awal dan
akhir dari esensi penciptaan melalui firman “Basmalah” dan “Kun” yang
dinisbahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai “Yang Petama Kali”
diciptakan dan yang “Yang Paling Akhir” dimunculkan, yang “Lahir sebagai Nabi
Muhammad SAW hamba Allah” dan “Yang Batin sebagai Nur Muhammad”
(penyisipan kata sambung “dan” harus dipahami dengan logika kuantum yang
tidak terbedakan, Lihat juga QS al-Hadiiid ayat 3).
Pada tauhid yang kedua, maka Tauhid-Nya Allah oleh makhluk adalah suatu
penghambaan mutlak dari semua makhluk yang eksis setelah kehendak “
Kun Fa
Yakuun
”. Maka, pentauhidan yang muncul adalah suatu ketentuan baik yang
berupa penetapan-penetapan, sunnatullah yang pasti dan tidak pasti, puja-puji,
dan tasbih semua makhluk dari maujud yang paling elementer sampai maujud
yang nyata membangun relativitas dari yang baru (dari makhluk), dari
nanokosmos ke makrokosmos, dari
‘alam al-mulk
sampai
‘alam

al-jabarut
.
Penegasan tauhid yang terdapat dalam semua makhluk, karena itu adalah
penegasan dalam hati, sebagai suatu hakikat paling elementer dan halus bahwa
semua makhluk mengada semata-mata karena curahan rahmat dan kasih
sayang-Nya semata. Pada tauhid kedua ini, Abu Bakar As Shiddiq r.a.
mengatakan bahwa tauhid adalah perbuatan Ilahi dalam hati makhluk-Nya. Maka
dikatakan bahwa pentauhidan Allah SWT oleh makhluk adalah pentauhidan dari
ciptaan-Nya, atau yang diciptakan-Nya dengan kehendak firman “
kun fa yakuun
”.
Jadi tauhid kedua adalah tauhid semua alam semesta (al-Aalamin) beserta
semua isinya, yang memuja dan memuji hanya kepada Penciptanya, juga karena
Dialah Allah yang Maha Memelihara (QS 1:2), maka tiada Tuhan selain DiriNya.
Disini semua makhluk harus menauhidkan Allah SWT dengan secara total
menafikan eksistensi dirinya sendiri sebagai maujud, sehingga makhluk harus
mengatakan “
Tidak ada Tuhan Selain Allah (Laa ilaaha illaa Allaah)



Tauhid yang ketiga adalah Tauhid Allah oleh manusia melalui pengetahuan-Nya
yang dianugerahkan kepada manusia berupa akal pikiran dan kehendak bebas
untuk memilah dan memilih. Pentauhidan Allah SWT oleh manusia adalah
pentauhidan untuk makhluk yang menyaksikan pertamakali dan makhluk yang
disempurnakan sebagai Insan kamil. Maka, manusia yang menauhidkan Tuhan
sebagai Yang Esa adalah ia yang melakukan pencarian atau dianugerahi
makrifat pengenalan secara langsung. Pencarian adalah wasiat Allah yang
ditauhidkannya, maka ia yang mencari adalah ia yang akan berjalan dari awal
dan sampai ke awal kembali. Ia yang mampu memecahkan rahasia eksistensi
dirinya melalui dirinya sendiri untuk kemudian mengenal Dia yang
ditauhidkannya. Inilah tauhid yang identik dengan pengertian “
Man arofa
nafsahu, faqod arofa robbahu
”. Tauhid demikian adalah tauhidnya hamba Allah
yang mesti menegaskan ketauhidan Allah SWT melalui profil manusia yang
paling disempurnakan yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah dan
Kekasih Allah. Maka tauhid manusia seperti ini adalah “
Tidak ada Tuhan Selain
Allah, dan Muhammad SAW adalah Utusan Allah (Laa ilaaha illaa Allaah,
Muhammadurrasulullah)”
Dan dengan demikian, bagi manusia dan semua
makhluk-Nya maka tauhid ketiga adalah tauhid Yang Awal dan juga tauhid Yang
Akhir (QS 57:3), yang merupakan rahmat bagi seluruh alam. Tanpa melalui
penauhidan ketiga ini, maka tauhid manusia (dan jin) menjadi tidak sempurna.
Kendati seseorang dapat memulai dari ketauhidan kedua, yakni Tauhid Allah
oleh makhluk sebagai makhluk elementer, namun tauhid kedua adalah tauhid
bagi makhluk non sintesis yang berjalan dengan berjalannya sang waktu sebagai
suatu
qadā
. Maka ia yang tidak memulai dari tauhid ketiga hanya mendapat
sekedar pengampunan, karena Tauhid kedua adalah tauhidnya manusia pertama
yaitu Nabi Adam a.s. Dan pengampunan, seperti halnya ampunan yang
dianugerahkan kepada Adam dan Hawa sebagai suatu hidayah untuk mereka
dan anak cucunya, tidak lebih dari awal mula perjalanan makrifat manusia, yaitu
awal mula dari manusia pertama menyadari kesadaran diri yang teosentris
bahwa ada Tuhan Yang Esa. Rasululllah SAW bersabda :

“Ada seseorang dari generasi sebelum zaman kamu sekalian yang sama sekali
tidak pernah beramal baik kecuali bahwa ia bertauhid saja. Orang itu berwasiat
kepada keluarganya,’Bila aku mati, bakarlah aku dan hancurkan diriku,
kemudian taburkan separuh tubuhku di darat dan separuhnya di laut pada saat
angin kencang.’ Keluarganya pun melakukan wasiatnya itu. Kemudian Allah
SWT berfirman kepada angin,’Kemarikan apa yang kamu ambil.’ Tiba-tiba orang
tersebut sudah berada disisi-Nya. Kemudian Allah SWT bertanya kepada orang
tersebut,’Apa yang membebanimu sehingga kamu berbuat begitu?’ Dia
menjawab,’Karena malu pada-Mu.’ Kemudian Allah SWT mengampuninya.” (HR Bukhari)


Tauhid ketiga sebenarnya ekor yang memutar kearah kepala, jadi tauhid ketiga
yaitu Tauhid Allah oleh manusia adalah suatu kewajiban bagi semua manusia
dan jin, suatu lingkaran perjalanan yang menutup dimana awal dan akhir
bertemu, yaitu tauhid Allah oleh Allah dan tauhid Allah oleh manusia yang
menyambung tanpa kelim (tanpa kelihatan sambungannya, tetapi tahu bahwa
disitulah sambungannya, seperti pita mobius yang memelintir saling memunggungi),

atau katakanlah suatu sambungan yang saling memunggungi.
Maka menjadi jelas bahwa dalam tauhid ketiga, antara manusia yang
menauhidkan dan Allah yang ditauhidkan saling memunggungi, dan diantara
keduanya adalah alam semesta sebagai wadah pembelajaran bagi makhluk
yang disempurnakan yaitu manusia sebagai hamba Allah





“Kesejatian Diri” dua kata yang seringkali membuat orang kurang paham dengan kata-kata itu, siapa, mengapa dan bagaimana sesungguhnya dirinya. Dalam Proses pencarian siapa diri kita ini meski terlihat sederhana, ternya dibutuhkan bermacam perjuangan dan ujian sampai kita benar-benar tahu dan mengerti apa dan bagaimana diri kita sesungguhnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita dihadapkan pada sesuatu yang kurang nyaman menurut kita, oleh karena keterbatasan kuasa serta keterbatasan posisi kita, akhirnya kita menuruti apa yang sebenarnya ada penolakan pada diri kita. Mengikuti atau menuruti sesuatu hal yang bertentangan pada diri kita adalah suatu ujian yang berat, karena disini kita akan menjadi sosok yang bermuka dua.
Dari kejadian diatas, satu bisa kita tarik hikmahnya dan bisa sbagai perbendaharaan dalam tahap mencari Kesejatian diri, bahwa sebenarnya diri kita tidak seperti yang kita lakukan tadi. Dari berbagai macam aktivitas yang ada penolakan pada diri kita, itulah yang sesungguhnya dapat membangun dan menemukan siapa dan bagaimana diri kita. Berjalannya waktu, lambat laun proses pencarian “Kesejatian Diri” akan kita temukan…

ZIKIR

ZIKIR (1) part 1

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله



ZIKIR (1)

 

Sebagaimana yang pernah diterangkan pada uraian-uraian sebelumnya, bahwa setiap orang yang hendak menyucikan dirinya dengan Allah s.w.t, ber-ke-WAJIB-an meng-amal-kan segala petuah-petuah yang diberikan oleh gurunya di samping berzikir dengan Allah s.w.t. karena dengan berzikir saja-lah maka hakiki dari ke-kotor-an hati dapat disucikan, dan perlu diketahui bahwa tiada jalan lain untuk mengembalikan Diri Rahasia Allah s.w.t. kepada ZatulHaq melainkan dengan cara menyucikan hatinya.

Kesucian hati dapat diukur berdasarkan tahap kesucian gumpalan darah kotor yang ada di bagian bawah jantung seseorang, yang selama ini menyelebungi lampu Makrifat.


Dengan men-dapat-kan Nur Qalbu, maka manusia tersebut akan mem-dapat-kan hidayah dari Allah s.w.t. seperti sabda Rasulullah s.a.w.:

KALBU MUKMININ BAITULLAH

Artinya :

Sesungguhnya hati orang mukmin itu adalah istana Allah

Apakah Hakekat daripada ZIKIR?

Sesungguhnya ZIKIR pada pandangan SYAREAT adalah mengingati Allah s.w.t. dengan melafazkan Asma’ Allah s.w.t. yaitu apa yang ada dibibir sama dengan yang ada didalam hati.
Namun begitu didalam bab ini saya akan membawa saudara-saudara sekalian kepada penafsiran TASAUF.

Adapun penafsiran ZIKIR pada pandangan TASAUF boleh di-tafsir-kan bahwa : zikir adalah satu seruan kepada semua anggota zahir dengan tujuan untuk membersihkan hati dalam usaha-nya untuk mengembalikan Diri Rahasia kepada tuan Empunya Diri,


ini berlandaskan firman Allah s.w.t. di dalam Al Quran
Surah Ar Ra’du ayat 28

Illa bizikrullahi baianul qulub

Artinya :

Dengan ber-zikir  kepada Allah s.w.t.-Lah dapat membersihkan hati.


Adapun zikir yang biasa diamalkan orang-orang Hakekat dan Makrifat adalah zikir Af’al, zikir Asma’, zikir Sifat dan zikir Zat.

Ber-awal Zikir AF’AL adalah dengan me-lafaz-kan kalimat Syahadat Tauhid yaitu LAILLAHAILLALLAH, zikir ini merupakan zikir awal yang biasa diamalkan oleh orang-orang kumpulan SYAREAT,. Zikir ini juga sering disebut sebagai zikir nafi dan Isbab dimana si pengamal zikir ini akan me-nafi-kan segala hak pada dirinya dan segala Af’al pada dirinya dengan meng-isbab-kan segalanya kepada hak Allah s.w.t. semata, disamping dia juga menafikan ke-wujud-an dirinya kepada ke-wujud-an Allah s.w.t. semata-mata.

Sedangkan Zikir ASMA itu adalah dengan cara me-lafaz-kan zikir keluar nafas yaitu : ALLAH, zikir ini biasanya diamalkan oleh kumpulan TAREKAT. Dimana pengamal-pengamalnya terus menerus menafikan diri zahirnya dan terus mengisbabkan kepada diri batinnya semata-mata yaitu ALLAH.

Jika pada zikir SYAREAT yaitu LAILLAHAILLALLAH masih men-yata-kan Nafi dan Isbab dengan melafazkan kalimah           LAILLAHAILLALLAH dengan lidah dan hatinya secara berulang-ulang melafazkan kalimah penyaksian.

LAILLAHAILLALLAH
Tiada yang nyata hanya Allah s.w.t.


Tetapi pada zikir orang Tarekat adalah lebih ringkas lagi dengan hanya terus menyatakan ALLAH saja. yaitu diri batin yang mengandungi Diri Rahasia Allah s.w.t.

Zikir penyaksian diri batin ini dilakukan sambil si pengamalnya menilik diri bathinnya.

Disini dapat-lah diterangkan bahwa konsep yang disimpulkan pada zikir Asma’ ini adalah

LA MAUJUDU ILLALLAH

Artinya :

Tiada yang wujud pada zahir dan bathinnya hanya Allah s.w.t. semata-mata.


Kemudian Zikir SIFAT itu adalah zikir keluar masuk nafas atau zikir TANAFAS yaitu : ALLAH HU. Dimana lazimnya zikir ini diamalkan oleh kumpulan orang-orang HAKEKAT. Sesungguhnya zikir ini adalah, zikir dimana pengamal-pengamalnya telah memahami konsep pada penyaksian diri ZAHIR dan BATHIN dimana mereka telah mendapat petuah penyaksian diri daripada gurunya yang mursyid lagi makrifat.
Jadi bila seseorang itu berzikir dengan zikir SIFAT maka berarti dia menyatakan pada diri zahir dan bathin-nya tentang dua konsep pegangan diatas.
.

ALLAH HU
LAILLAHAILLALLAH MUHAMMADARRASULULLAH


Tiada yang nyata pada diriku hanya diri bathin dan Muhammad (diri zahir) adalah penanggung Diri Rahasia Allah s.w.t.

Adapun Zikir ZAT dengan me-lafaz-kan Zikir Rahasia NUFUS yaitu A HU, zikir ini juga dinamakan zikir pertemuan Makrifat antara ZAKAR dan FARAJ ketika berlangsungnya persetubuhan.
Zikir ini adalah zikir “NYATA MENYATA” di antara pemberi dan penerima yaitu ZAT dan SIFAT yang KAMIL MULKAMIL yang makrifat antara satu dengan lainnya.

Adapun yang dimaksud kamil-mulkamil di antara satu dengan lain itu adalah satu kesatuan antara diri zahir dan bathin ataupun antara Hakekat Diri Allah dan Hakekat Muhammad tidak boleh lagi bercerai berai diantara satu dengan lain pada konsep Makrifat.

Untuk keterangan lanjut dan lebih mendalam silahkan bertanya kepada orang yang mursyid lagi makrifat .

Syareat           = Zikir Af’al      = LAILLAHAILLALLAH
Tarekat           = Zikir Asma’ = ALLAH
Hakekat          = Zikir Sifat     = ALLAH HU
Makrifat          = Zikir Zat       = A HU


Pada peringkat awal bagi orang-orang MUFTADI (orang yang baru belajar), mereka biasanya diberi petuah oleh gurunya supaya mengamalkan dan berpegang dahulu dengan hakekat syahadat tauhid dan bagi orang-orang MUTTAWASID (orang-orang pertengahan) biasanya diberi petuah oleh gurunya mengamalkan Zikir Asma’ (ALLAH). Sedangkan bagi orang MUNTAHI (orang yang faham) biasanya mengamalkan Zikir Sifat (ALLAH HU) dan Zikir Zat (A HU).

by Ilmu Hakekat Usul Diri

 

ZIKIR (2)



Adapun zikir LAILLAHAILLALLAH adalah zikir Isbab, sedangkan yang dikatakan Nafi itu adalah dengan kita me-nafi-kan diri zahir kita ini tidak mempunyai hak atas sesuatu kecuali nyata hak Allah s.w.t. semata-mata.:

LA HAYYUN                                   : Hidup-ku bukan Hidup-ku
LA ILMUN                                        : Ilmu-ku bukan Ilmu-ku
LA SAMIUN                                     : Mendengar-ku bukan mendengar-ku
LA BASHIRUN                               : Melihat-ku bukan melihat-ku
LA KADIRUN                                  : Kuasa-ku bukan kuasa-ku
LA MURIDUN                                 : Kehendak-ku bukan kehendak-ku
LA MUTTAKALLIMUN           : Berkata-kata-ku bukan berkata-kata-ku
BILHAKKI ILLALLAH            : Kecuali semua-nya itu Hak Allah semata-mata.

Ber-awal LA itu adalah nafi bagi diri zahir dengan satu pegangan tubuh zahir ini bukan tubuh kita kecuali diisbabkan dengan ILLA   yaitu pada menyatakan dengan suatu pegangan penyaksian yang mutlak bahwa yang wujud pada diri zahir kita ini adalah pada yang mengisbabkan kepada ILLALLAH Jadi bila dikatakan ILLALLAH      berarti kita menyatakan dengan satu penyaksian yang mutlak bahwa diri batin kita itu adalah hanya Allah s.w.t. semata-mata. Dalam hal ini untuk pemahaman yang lebih mendalam silahkan baca kembali pada uraian yang membahas hakekat syahadat.

Adapun zikir ALLAH adalah zikir Asma’ dan sesungguhnya yang dikatakan zikir Asma’ itu adalah karena nama ALLAH yang ber-Sifat dan ber-Zat itu nyata meliputi pada seluruh alam Saghir dan alam Kabir yaitu pada diri manusia dan alam semesta.

Semuanya tiada teruang sedikitpun kecuali samad dengan Zat, Sifat, Asma, dan Af’al Allah s.w.t. semata-mata.

Seperti firman Allah s.w.t.

WALILLAHI MASYRIKU WAL MAGRIBU WA’AINAMA TUALLU FASYAMMA WAJHULLAH

Artinya :

Sesungguhnya milik Allah s.w.t. itu dari mashrik dan maghrib, dimana saja kamu menghadap disitulah kamu akan melihat wajah Allah s.w.t.


Oleh karena itu bila kita melafazkan ALLAH maka dengan secara otomatis pada hakikatnya kita men-yaksik-an bahwa semua yang wujud ini adalah Allah s.w.t. semata-mata, tiada yang lain hanya Allah s.w.t. yaitu.:

SYUHUDU WAHDAHU FI KASYRATIN

Artinya :

Saksilah pada yang satu itu kepada yang banyak.


Adapun zikir ALLAH HU adalah zikir SIFAT. Zikir ini adalah ber-konsep-kan :

SYUHUDU KASRATIN FI WAHDAH

Artinya :

Saksilah pada yang banyak kepada yang satu


Yaitu dengan memahami apa saja yang ada, apa juga yang berlaku, dan apa juga yang terjadi adalah daripada SUMBER yang satu yaitu Allah Ta’ala jua yang meliputi pada zat, sifat, asma, dan afaal.
Disini bila dilafazkan ALLAH HU maka berarti hilangnya segala yang zahir dan nyata-lah segala yang batin yaitu Allah Taala jua. Untuk memahaminya secara mendalam silahkan lihat kembali pada uraian-uraian yang lalu.
Adapun zikir A HU adalah zikir ZAT atau dinamakan juga Zikir Makrifat. Zikir ini ber-konsep-kan kepada :

SYUHUDU WAHDAHU FI WAHDAH.

Artinya :

Saksilah pada yang satu didalam yang satu.


Sesungguhnya maksud saksilah pada yang satu didalam yang satu adalah dengan cara berkonsepkan penyaksian yang satu dari yang satu yaitu semuanya dari pada Allah dan kembali kepada Allah.

INNA LILLAHI WAINNA ILLAIHI ROJIU’N

Artinya :

Semuanya dari Allah dan harus kembali kepada Allah

–       Zat itu dari pada Zat yang satu,
–       Sifat itu dari Sifat pada yang satu,
–       Asma, itu dari pada Asma yang satu
–       Af’al itu didalam Af’al yang satu

Jadi.. Zat Sifat, Asma, dan Af’al Allah Taala Semesta Alam jua,

Sesungguhya semua yang wujud dan zahir adalah dari pada yang satu dan sebenarnya memang satu dan tidak di-sekutu-kan dengan yang lain dari pada yang satu.

Bahwasanya Allah Taala menzahirkan SifatNya untuk menyatakan ZatNya dan menzahirkan Af’alNya untuk menguji SifatNya dan menzahirkan AsmaNya semata-mata untuk menyatakan  Sifat af’alNya dan ZatNya.


Tidak ada sebab lain Allah Taala menzahirkan segala-galanya melainkan untuk diriNya saja

Setelah kita menyentuh dan memahami tentang konsep tentang ZIKIR tersebut maka kita harus juga mem-bicara-kan tentang petuah-petuah dan adab-adab berzikir supaya zikir yang dilafazkan itu akan mencapai tujuan untuk membersihkan hati kita dengan Allah s.w.t.

Perlu untuk ditegaskan disini bahwa sesuatu zikir yang dikerjakan tanpa mengikuti adab dan petuah-petuah berzikir niscaya zikir tersebut akan menjadi sia-sia karena tidak mencapai matlumat zikir yang sebenarnya.

Banyak orang berzikir mengikuti selera masing –masing, terasa hendak berzikir dengan nyaring lantas dinyaringkan suaranya, terlintas dihatinya hendak dilagukan zikir tersebut, lantas dilagukanya, terasa hendak dilenggak-lenggokan tubuhnya, lantas dilenggak-lenggokkan tubuhnya, pendek kata berzikir bagi mereka adalah dengan cara melafazkan zikir mengikuti sekehendak hati tanpa mendapat petuah yang mutlak untuk mencapai matmulat zikir yang dikerjakannya..